Wow! Sudah 1 Abad Lebih, Tradisi Bubur India Ini Masih Ada Di Indonesia


Masjid pekojan
Masjid pekojan via http://hellosemarang.com/bubur-india-yang-legendaris-di-masjid-pekojan--2/

Syekh Latief adalah seorang muballigh yang mendakwahkan Islam didaerah Semarang dengan kekhasannya mengenalkan bubur yang berasal dari Gujarat, India.  Syekh dari Gujarat tersebut tinggal di Masjid Pekojan dan menikah dengan penduduk pribumi. Awal mulanya bubur India diproduksi hanya untuk 20 hingga 30 porsi. Peminat bubur tersebut semakin banyak. Masjid Pekojan membuat 200 sampai 250 porsi. Pihak Masjid kuwalahan dalam membuat bubur.

Bubur India ini hanya ada di Pekojan dan bisa dinikmati saat bulan puasa tiba, menjadi rutinitas takjil yang dihidangkan dimasjid tersebut. Sesepuh masjid Jami ‘ Pekojan Anas Salim Harun menuturkan ciri khas bubur India berwarna kekuningan. Penikmat bubur tidak hanya dari jamaah Masjid Pekojan, tapi bisa dari berbagai daerah dan memang menyediakan untuk umum.

Takjil Ramadhan
Takjil Ramadhan via https://usemayjourney.wordpress.com/

Bubur mulai dibuat setelah shalat dhuhur menggunakan kuali tembaga besar karena harus mengolah 20 kg beras sekaligus setiap harinya. Satu atau dua jam menjelang berbuka, bubur itu dituangkan pada 200 mangkuk warna-warni di sisi Utara Masjid, namun banyak juga warga yang berdatangan membawa mangkuk sendiri.

Penyajian bubur India biasanya didampingi susu atau kopi, kurma, dan satu jenis buah lainnya. Bubur tersebut juga disajikan dengan lauk yang berbeda setiap harinya namun tetap tidak mengubah citarasa rempah di dalam bubur yang gurih itu.

Meski saat berbuka bubur sudah tidak hangat, namun masih cukup lezat disantap. Rahasia nikmatnya Bubur India ada pada bumbu yang terdiri dari jahe, wortel, daun salam, serai, kayu manis, santan dan Garam. Bahan-bahan itu dicampur dalam beras di kuali tembaga.

Pembuatan Bubur
Pembuatan Bubur via http://www.republika.co.id/

Ahmad Ali merupakan pembuat bubur generasi keempat sejak bubur India ada di Masjid Jami Pekojan. Ia tidak sendiri, ada Ahmad Tohir dan Asrin yang ikut memasak. Ada juga relawan yang membantu saat penyajian bubur.

Menurut cerita warga, bubur India mulai dihidangkan sejak 1878 ketika Syekh Latif  dan pedagang dari Gujarat, India dan Pakistan datang dan menetap di Petolongan, Semarang. Kemudian pembangunan masjid dimulai sejak saat itu. Nama Pekojan sendiri konon diambil dari “Koja” yang merupakan sebutan untuk keturunan Pakistan.

Keren ya, masih dilestarikan tradisi pembuatan dan makan takjil bubur ini. Alhamdulillah rasa syukur harus terus kita ucapkan agar rezeki dan kenikmatan makan ataupun itu selalu ingat kepada Sang Pemberi Rezeki. Semangat puasanya ya sahabat Moodster.

What's Your Reaction?

Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Yania
Pecinta alam, hobby nulis, jalan dan berpetualang. Katakan, jangan lihat siapa yang berbicara tapi tangkap hikmah yang ada dalam suatu pembicaraan. Hidup adalah peran yang disiapkan oleh Nya. Manfaatkan sebaik-baiknya.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

log in

Become a part of our community!

Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join BoomBox Community

Back to
log in
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles