Air terjun Dlundung kini makin modern. Tersedia berbagai pilihan wahana untuk wisata keluarga. Kamu juga bisa berkunjung bersama teman sekantor, rombongan sekolah, dan yang lainnya.

Bila dulu daya pikat tempat wisata ini hanya sebatas pada guyuran air ke bawah, dedaunan, dan bebatuan sebagai latarnya. Kini kamu tak hanya bisa menikmati itu.

Pihak pengelola sudah mengembangkan destinasi wisata ini ke arah yang lebih baik. Perbaikan dari segi akses, wahana, hingga fasilitas sangat diperhatikan. Hasilnya, tempat wisata ini selalu ramai dan jadi pilihan mayoritas turis lokal yang singgah di Jawa Timur.

Bila kamu juga ingin berkunjung ke wisata alam ini, yuk simak ulasan ringkasnya dulu. Agar makin yakin membuat jadwal liburanmu.

Misteri air terjun Dlundung

Daya tarik utama dari tempat wisata di Mojokerto ini adalah air terjunnya yang memiliki cerita yang menarik. Konon di sini dulunya adalah tempat mandinya para bidadari. Airnya yang jernih menjadi bukti bahwa dari dulu sungai di sini disukai oleh banyak orang.

Bahkan, kaum bangsawan masa lampau juga singgah ke sini untuk sekedar mandi dan menyegarkan badan. Salah satu bukti bahwa raja-raja jaman dulu sering mampir ke sini adalah ditemukannya benda-benda antik.

Salah satu contoh benda antik yang pernah ditemukan adalah keris. Bahkan, warga setempat yang sedang mencari bambu pernah menemukan piring emas yang biasanya digunakan pada masa lampau.

Misteri Tempat Wisata air terjun Dlundung
Misteri Tempat Wisata air terjun Dlundung via instagram @galerichessaa

Wahana, aktivitas, dan fasilitas di air terjun Dlundung

Dulu, pengunjung memang hanya bisa melihat air terjun dan sungai dengan air yang sangat jernih saat berada di sini. Tapi sekarang lain, ada beberapa wahana tambahan yang bisa membuat kamu dan keluarga betah.

Akses jalan yang makin bagus

Akses jalan menuju air terjunnya sudah bagus dan bisa dilalui dengan mudah. Jarak tempat parkir sampai tempat tujuan utama juga tidak terlampau jauh. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit, maka kamu sudah bisa sampai ke lokasi utama (air terjun).

Taman kelinci Dlundung

Salah satu tambahan wahana yang cukup populer dan menjadi daya tarik tersendiri destinasi wisata ini adalah taman kelinci. Di sini ada beragam jenis kelinci yang bisa membuat anak-anak senang.

Kamu bisa mengajak anak dari usia balita hingga remaja ke sini sekedar untuk mengenalkan hewan lucu dan imut tersebut pada mereka.

Apalagi ada juga patung-patung kelinci dan rumahnya yang dibuat dengan nilai estetika tinggi sehingga cocok untuk berswafoto lalu diunggah ke akun media sosial.

Gambar Serunya Bermain di taman kelinci
Serunya Bermain di taman kelinci via instagram @iyem_katiyem

O’camp dan sewa lokasi kemah

Bila ingin berkemah, kini pengelola juga menyediakan dua pilihan. Kamu bisa membawa tenda sendiri dan menyewa lokasi kemahnya. Pilihan lainnya, kamu bisa berkemah di tenda modern yang menyerupai rumah kerajaan Majapahit masa lalu.

Keberadaan rumah ini selain bisa dipakai untuk menginap juga menjadi spot foto yang sangat instagrammable. Sebab terlihat tradisional dengan latar dedaunan hijau yang indah.

Sewa lokasi kemah di Omah camp
Sewa lokasi kemah di Omah camp via instagram @carment_abdul

Fasilitas yang memadai

Fasilitas umum di sini sudah sangat memadai. Area parkirnya cukup dipakai mobil dan motor, tempat sholatnya juga makin nyaman, ditambah dengan toilet dan kamar mandi yang bersih. Terakhir, warung makan jumlahnya cukup banyak, tinggal pilih menu kesukaan saja.

Harga tiket masuk air terjun Dlundung

Harga tiket masuk normalnya adalah Rp 12.500,- sampai Rp 15.000,- per orang. Jika kamu berniat kemah, maka harganya bisa Rp 18.000 – Rp 36.000,-. Beberapa pengunjung mendapatkan harga berbeda, mungkin tergantung hari dan titik perkemahan yang dipilih.

Biaya parkir motornya dari Rp 2.000,- sampai Rp 3.000,-. Bila mau masuk ke taman kelinci, ada biaya tambahan sebesar Rp 5.000,- per orang.

Tempat wisata ini buka dari jam 07.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari. Khusus hari Sabtu bukanya 24 jam.

Alamat air terjun Dlundung adalah desa Ketapanrame, Trawas, daerah hutan Mojokerto, Jawa Timur. Berhati-hatilah dan jagalah kearifan lokal selama berkunjung.

Featured Image Air Terjun Dlundung via instagram @rennymuslikah