Jawa Timur

Candi Gentong

Pinterest LinkedIn Tumblr

Mojokerto dikenal memiliki banyak situs bersejarah yang tersebar di setiap sudutnya. Mojokerto, khususnya Trowulan, konon katanya merupakan pusat kota pada masa kerajaan Majapahit. Salah satu warisan budaya yang masih bisa ditemui hingga sekarang ini adalah keberadaan Candi Gentong.

Barangkali, nama Candi Gentong masih belum banyak diketahui orang, tetapi candi ini memiliki sisi keunikan yang menarik untuk ditelisik lebih jauh. Seperti apakah keunikan dari candi yang bernama unik ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Asal-usul Candi Gentong

Dari namanya, candi ini sudah terkesan unik. Barangkali, kesan pertama yang muncul di benak orang adalah bentuknya sesuai dengan namanya, yaitu seperti gentong. Tetapi, jika dilihat secara langsung, kesan bentuk gentong malah tidak tampak. Justru, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan berupa susunan bata merah yang tidak berbentuk, hampir menyerupai sisa-sisa bangunan roboh.

Lalu, dari manakah asal nama Gentong? Menurut literasi dari berbagai sumber, nama Gentong diambil dari kondisi saat pertama kali ditemukan. Kabarnya, saat ditemukan, kondisi candi tersebut tertimbun gunungan tanah yang akhirnya membentuk menyerupai gentong. Gentong dalam bahasa Jawa memiliki arti wadah atau tempat menyimpan air. Sejak itulah, masyarakat setempat akrab menyebutnya Candi Gentong.

Sedangkan, menurut penuturan sejarah, Candi Gentong dibangun pada masa pemerintah Prabu Hayam Wuruk tepatnya pada tahun 1370, untuk upacara Sraddha memperingati Tribuwana Wijaya Tungga Dewi yang tidak lain adalah ibunda Hayam Wuruk. Dahulunya, saat penggalian banyak ditemukan artefak-artefak berupa pecahan keramik yang diduga dari masa dinasti Yuan dan Ming, fragmen tembikar, mata uang cina, emas, stupika (benda berbentuk Stupa) dan juga archa Budha.

Candi Gentong sejatinya merupakan salah satu dari tiga candi yang berderet dari arah bujur barat ke timur dan satu-satunya candi yang masih utuh dan ada hingga sekarang. Dua candi diantaranya yang sudah tidak ditemukan wujud dan sisanya adalah Candi Tengah dan Candi Gedong.

Struktur Bangunan Candi Gentong

Candi Gentong Mojokerto
@Rudi Winarso via Google Maps

Denah Candi Gentong tersusun dari tiga bangunan bujur sangkar yang memusat. Uniknya, ketiga bangunan tersebut memiliki ukuran yang berbeda. Bentuk Candi Gentong bagian I cukup menarik dan tergolong unik. Bangunan pertama ini memiliki tiga buah struktur bata yang berbentuk bujur sangkar. Tampaknya, ketiga struktur ini telah mengalami vandalisme. Hal ini terlihat dari adanya sisi yang terputus pada satu garis pada masing-masing sisi selatan dindingnya.

Selanjutnya, Candi Gentong bagian II. Bagian ini memiliki ukuran 7.10 m x 7.10 m berbentuk bujur sangkar. Bangunan ini dikelilingi oleh beberapa sisa struktur yang berjumlah 7 buah dengan posisi arah mata angin, kecuali arah utara. Selain itu, dapat dijumpai pula 12 ceruk yang hilang, salah satunya di sisi bagian selatan. Secara keseluruhan, ukuran bangunan Candi Gentong bagian II ini adalah 18.5 m x 18.5 m. keadaan Candi Gentong bagian II yang terletak di sebelah utara bagian I ini hanya tersisa bagian kaki dan sumurannya saja.

Berdasarkan konsep tata ruang dan temuan-temuan artefak yang bersifat Budhis, dapat disimpulkan bahwa konsep tata ruang Candi Gentong ini mengusung konsep mandala stupa. Mandala stupa merupakan konsep pembangunan candi yang memiliki pembagian ruang yang terdiri dari pusat dan dikelilingi oleh ruangan-ruangan lain yang bentuknya lebih kecil.

Yang menarik dari Candi Gentong ini adalah selain bentuknya yang tidak berbentuk dan cenderung berbeda dengan bangunan candi lain pada umumnya, Candi Gentong  ini dinaungi oleh bangunan candi yang berbentuk pendopo. Atap bangunan pendopo yang terbuat dari seng tersebut justru menambah kesan unik dan misterius Candi Gentong.

Akses Lokasi Menuju Candi Gentong

Akses Lokasi Menuju Candi Gentong
@Trisunu P via Google Maps

Candi Gentong ini terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Lokasi candi ini sebenarnya tak jauh dari letak Candi Brahu, yaitu kurang lebih 400-500 meter saja dan bisa ditempuh dengan jalan kaki saja.

Untuk pengunjung yang berasal dari luar kota, akses untuk menjangkau lokasi Candi Gentong ini juga tidak begitu sulit, karena lokasi candi ini tidak jauh dari jalan utama Jombang-Mojokerto. Untuk pengunjung yang berasal dari barat atau selatan, bisa melewati jalan utama sampai perempatan belok ke kiri sesuai dengan petunjuk jalan menuju Candi Brahu dan Candi Gentong.

Sedangkan, yang dari arah timur atau dari Surabaya, dapat melewati alun-alun Mojokerto menuju selatan, tepatnya menuju jalan utama Jombang-Mojokerto. Setelah tiba di perempatan lampu merah Trowulan, belok kanan, lalu lurus  ± 1 km, kemudian ada pertigaan di sisi kiri jalan, lalu belok kiri kemudian lurus lagi hingga bertemu dengan Candi Gentong. Candi Gentong berada di sisi utara jalan.

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki lokasi Candi Gentong ini, pengunjung tidak perlu merogok kocek sepeserpun, karena memang tidak ada pungutan biaya masuk. Ada dua alasan yang mendasarinya, menurut penuturan penjaga situs budaya tersebut. Alasan pertama, karena memang kondisi candi yang hanya berbentuk puing-puing saja, sedangkan candi lain masih berbentuk dan memiliki keindahan. Alasan yang kedua, Candi Gentong ini masih berada di bawah pengawasan Dinas Purbakala (Kemendiknas) dan bukan di bawah Dinas Pariwisata, sehingga tidak diperkenankan adanya pungutan biaya masuk.

Jam Buka Candi Gentong

Adapun jam buka untuk pengunjung terbuka setiap hari, yaitu mulai Senin sampai Minggu, pukul 08.00-17.00 WIB.

Fasilitas  dan Review Pengunjung

Fasilitas Candi Gentong Mojokerto
@Sri Astutik via Google Maps

Fasilitas lain yang bisa dinikmati pengunjung di area Candi Gentong ini adalah adanya taman yang dikelilingi pepohonan hijau nan rindang. Suasana sejuk didukung pula dengan posisi candi yang memang berada di tengah persawahan, jadi hawa segar dan nuansa asripun menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk betah berlama-lama menikmatinya. Ada lagi yang menarik dari sekian pepohonan yang berada di area candi ini, yaitu pohon Mojo. Pohon ini memiliki buah yang hampir mirip semangka namun berwarna hijau dan tidak bisa dimakan. Konon katanya, pohon Mojo ini merupakan pohon khas daerah Trowulan dan merupakan asal-usul dinamainya kerajaan Mojopahit (Majapahit).

Bagi pengujung yang notabene anak muda, mungkin situs candi ini dirasa kurang menarik dan kurang instagramable. Tapi, bagi yang tertarik untuk mempelajari sejarah lebih dalam, candi ini memiliki daya tarik dan kemisteriusan tersendiri yang menarik untuk diketahui lebih dalam.

Meski secara bentuk bangunannya terlihat kurang menarik, tapi menurut penilaian beberapa orang yang telah berkunjung, mereka mengaku puas dan nyaman dengan adanya taman-taman yang dipenuhi bunga dan rerumputan hijau. Di tiap titik taman, juga tersedia tempat sampah yang memudahkan pengunjung untuk membuah sampah sehingga area candi tetap terlihat bersih. Tampaknya, keberadaan taman inilah yang malah menjadi daya tarik tersendiri di areal ini.

Demikian ulasan lengkap mengenai Candi Gentong yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Tidak ada salahnya jika Anda berencana menambahkan Candi Gentong ini ke daftar destinasi wisata sejarah di Mojokerto yang dikunjungi.

Peta Lokasi