Candi Sawentar cocok dikunjungi oleh penyuka destinasi wisata sejarah. Beragam relief unik penuh misteri jadi daya tarik tersendiri untuk dikenal dan diselami maknanya.

Tempat wisata ini berada di daerah Kanigoro, Blitar. Meski tak sepopuler candi penataran, tempat wisata ini layak dikunjungi karena menyimpan banyak momen sejarah. Selain itu, akses ke lokasi sudah cukup bagus, jadi jangan ragu untuk datang berkunjung.

Sejarah Candi Sawentar

Nama Sawentar diambil dari Kitab Negarakertagama, di mana penyebutannya adalah Lwa Wentar.

Menurut cerita, Raja Hayam Wuruk pernah berkunjung ke sini. Tepatnya pada tahun 1361 Masehi sekitar Bulan April-Mei. Sejarah ini tertulis dalam kitab tersebut dan menjadi momen penting sepanjang berdirinya situs purbakala ini.

Candi Sawentar 1
Candi Sawentar 1 via instagram @adityanu6raha

Tempat wisata di Blitar ini terdiri dari dua bangunan yang dinamai dengan Sawentar I dan II. Agar lebih jelas mengenai sejarahnya, silakan simak ulasan berikut:

Sawentar I

Konon menurut sejarahnya, candi sawentar I merupakan pendarmaan Raja Hayam Wuruk. Hal ini dibuktikan dengan motif sayap ayam yang ada di tangga kiri dan kanan di pintu masuk. Motif sayap ayam ini kemudian dikorelasikan dengan Hayam.

Motif sayap ayam di dinding candi via googlemaps
Motif sayap ayam di dinding candi via googlemaps

Sekitar tahun 1915 dinas purbakala Hindia Belanda menemukan sebuah candi yang bagian tengah hingga bawahnya tertimbun tanah. Kemudian penggalian dilakukan pada tahun tersebut dan sekitar tahun 1920 sampai 1921.

Lokasi bangunan yang berada di bawah ini dikarenakan tumpukan abu vulkanik dari Gunung Kelud yang sering meletus pada masa lampau.

Sawentar II

Sementara itu, bangunan kedua masih berada di kompleks yang sama ditemukan oleh seorang bernama Sugeng Ahmadi. Menurut ceritanya bapak Sugeng Ahmadi sedang menggali tanah untuk membuat sumur dekat pasar Sawentar.

Tapi beliau justru menemukan batuan andesit. Karena kurang paham mengenai undang-undang benda purbakala sebagian benda yang beliau temukan dikumpulkan terlebih dulu.

Hingga akhirnya ditemukan banyak sekali batuan andesit, barulah warga geger dan membuat penjaga Sawentar I datang ke lokasi. Setelah beliau melaporkan pada BPCB Trowulan pada tahun 1999, maka bangunan tersebut dipastikan sebagai candi, sebuah peninggalan sejarah.

Sama dengan Sawentar I, candi ini juga tertimbun oleh abu vulkanik dari Gunung Kelud.

Candi Sawentar 2 via instagram @alwitp
Candi Sawentar 2 via instagram @alwitp

Berwisata sejarah di Candi Sawentar

Bila kamu datang berlibur ke lokasi ini, maka ada sisi misteri, sejarah, dan edukasi yang bisa didapatkan.

Candi Hindu berbentuk umum dengan relief unik

Secara umum, bentuknya menyerupai bentuk bangunan candi yang ada di Jawa Timur. Dengan detail-detail berbeda dalam bentuk relief yang menarik dan unik. Ada banyak relief yang menjadi ciri khas dari tempat wisata di Blitar ini.

Kegiatan agama Hindu via instagram @pokdarwis_lawang_wentar
Kegiatan agama Hindu via instagram @pokdarwis_lawang_wentar

Tempat yang asri dan selalu terawat

Pengelolaan destinasi wisata sejarah ini dipegang langsung oleh Pemkab Blitar. Sementara dari sisi teknik arkeologisnya dipegang langsung oleh BPCB Trowulan.

Hal ini membuatnya sangat terawat dengan hamparan rumput menghijau yang bersih dan beberapa tambahan kursi untuk para pengunjung.

Yang menarik, meski lokasinya berada dekat dengan perkampungan, masuk ke dalam lokasi tetap terasa tenang dan sunyi.

Suasanya Candi saat acara warga
Suasanya Candi saat acara warga via googlemaps

Candi dengan sebagian bentuk yang masih terpendam di tanah

Uniknya lagi, ada beberapa bagian dari candi yang masih tertimbun dan hanya terlihat sisi atasnya saja. Kamu bisa berfoto di lokasi yang selalu menyimpan aura mistis dan magis ini dengan leluasa.

Candi Sawentar II masih terpendam
Candi Sawentar II masih terpendam via instagram @pokdarwis_lawang_wentar

Rute menuju lokasi Candi Sawentar

Sesuai dengan nama candinya, destinasi wisata ini berada di desa Sawentar yang berada di kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Bila ingin ke sini dengan akses yang nyaman, sebaiknya berangkat lewat Garum. Gunakan SMAN Garum sebagai patokan lalu ke arah timur. Bila terus mengikuti jalan, kamu akan melihat papan penunjuk menuju lokasi. Ikutilah papan penunjuk itu.

Jalannya sudah lumayan mudah diakses. Jangan bayangkan jalan ala kota. Tapi jalan bagus ala desa. Silakan nikmati pemandangan selama perjalanan agar makin asyik.

Destinasi Wisata Sejarah Candi Sawentar Blitar via googlemaps
Destinasi Wisata Sejarah Candi Sawentar Blitar via googlemaps

Harga tiket masuk Candi Sawentar dan jam bukanya

Untuk masuk ke sini, pengunjung tak perlu membayar. Kamu cukup menyiapkan biaya parkir kendaraan. Biasanya tarif parkirnya adalah Rp 2.000,- untuk motor dan Rp 5.000,- untuk mobil.

Tempat wisata ini buka setiap hari selama 24 jam. Jadi, kamu tak perlu terburu-buru bila ingin belajar sejarah di candi sawentar. Siapkan kamera dan potretlah momenmu selama di candi yang sejuk dan alami ini.

Featured Image Candi Sawentar Blitar via googlemaps

Peta Lokasi