Jakarta

Gereja Katedral Jakarta

Pinterest LinkedIn Tumblr

Terbuka untuk umum! Kamu yang suka wisata sejarah bisa mengunjungi gereja katedral Jakarta. Sebuah bangunan yang sudah ada sejak zaman pemerintah Hindia Belanda dan kini diresmikan sebagai salah satu cagar budaya.

Gereja ini merupakan tempat ibadah untuk umat Katolik. Meski begitu, kaum muslim dan pemeluk agama lain tetap diterima untuk berwisata di sini. Bedanya, mereka yang datang untuk mempelajari sejarah akan diberi tanda visitor untuk dikenakan selama berkunjung.

Di dalam bangunan yang menjulang tinggi ini terdapat museum. Ada banyak informasi yang bisa dipelajari dalam museum ini.

Gambar 1 Gereja Katedral Jakarta
Gereja Katedral Jakarta via googlemaps @nikholaus juvianky dan @Linwie Linwie

Sejarah singkat gereja katedral Jakarta

Ada cerita panjang yang melatarbelakangi berdirinya tempat ibadah umat Katolik ini. Berikut ini adalah ringkasannya:

Tahun awal berdiri

Tercatat, misi pembangunan gereja ini dimulai pada masa Hindia Belanda, yakni pada tahun 1807. Kala itu, Paus Pius VII mengangkat Pastor Nelissen sebagai prefek apostik.

Rumah bambu

Setahun kemudian atau tepatnya 1808, misi tersebut terlaksana. Hal ini ditandai dengan pinjaman rumah bambu yang lokasinya berada di sudut barat daya Buffelvelt dari pemerintah. Saat ini, bangunan ini menjadi kantor Depag.

Hibah sebidang tanah

Tahun 1809, umat Katolik mendapatkan hibah sebidang tanah. Sayangnya, gereja tidak dapat dibangun karena tidak ada dana.

Sebagai gantinya, pihak gereja mengajukan diri untuk meminta bangunan kecil yang ada di kawasan Senen dari pemerintah Batavia.

Bangunan tersebut sudah dibangun sejak 1770 dan saat itu merupakan milik Gubernemen. Luasnya adalah sekitar 8 x 23 meter persegi. Dulunya, bangunan ini juga sempat jadi tempat peribadatan umat Protestan.

Permintaan tersebut disetujui dan bangunan itu direnovasi sampai akhirnya bisa menampung 200 jemaat.

Gambar 3 Area Dalam Gereja
Area Dalam Gereja via googlemaps @Lydia Febriani, @Saurabh Tripathi, @George

Peristiwa kebakaran

Tahun 1826, terjadi kebakaran hebat. Meski tak langsung ikut terbakar, bangunan ini ikut terdampak dan mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

Pindah ke bekas rumah gubernur

Setelah peristiwa tersebut, umat Katolik diberi bangunan dan tanah seluas 34 x 15 meter persegi dengan beberapa persetujuan. Isinya adalah:

  1. Pihak gereja harus membayar 20.000 gulden dan diberi 10.000 gulden untuk memperbaiki bangunan.
  2. Mendapat pinjaman senilai 8.000 gulden untuk dikembalikan selama tenor satu tahun.

Sempat ambruk

Kejadian ambruknya bangunan ini terjadi pada tahun 1890, tepatnya 3 hari setelah perayaan paskah.

Renovasi besar-besaran

Sekitar tahun 1891, tempat peribadatan ini direnovasi besar-besaran dalam 2 tahap. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bangunan adalah 10 tahun.

Ditetapkan sebagai cagar budaya

Pada tahun 1993, bangunan yang diarsiteki oleh Antonius Dijkmans dan terletak di Jakarta Pusat ini diresmikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah.

Jadwal misa gereja katedral Jakarta Pusat

Berikut ini adalah jadwal misa harian dan minggu di tempat ibadah ini:

Misa harian

Jamnya adalah 6 pagi dan 6 sore.

Jadwal misa hari minggu di gereja katedral Jakarta

Kalau weekend, berikut jadwalnya:

  1. Sabtu setiap jam 4 sore dan 6 sore.
  2. Minggu setiap jam 6 pagi, 8 pagi, setengah 11 siang, 5 sore, dan 7 malam.
Gambar 2 Suasana Gereja Saat Malam
Suasana Gereja Saat Malam via instagram @fajarutama24

Jadwal penting lainnya

Kamu juga bisa memperhatikan jadwal di bawah ini sebelum berkunjung ke salah satu tempat wisata Jakarta ini:

  1. Jumat pertama setiap jam 6 pagi, 12 siang, dan 6 sore.
  2. Pengakuan dosa setiap selesai misa harian atau membuat janji terlebih dulu.
Gambar 4 Gereja Katedral
Gereja Katedral via googlemaps @Gurunath Sane

Lokasi GKJ dan masjid istiqlal

Salah satu hal yang menarik dari bangunan ini adalah lokasinya yang berseberangan dengan masjid istiqlal. Ini mencerminkan tentang bagaimana toleransi di negara kita begitu teduh dan tidak saling tumpang tindih.

Semoga toleransi dan kerukunan ini akan terus terjalin antar umat beragama di Indonesia.

Peta Lokasi