Monumen trisula jadi saksi bisu perjuangan TNI melawan kebengisan PKI pada masa lalu. Mampirlah sejenak ke destinasi wisata ini bila kamu berkunjung ke Blitar Selatan.

Dengan mampir ke sini, para pengunjung secara tidak langsung akan kembali ke masa lalu. Saat di mana TNI melakukan pemberantasan terhadap para PKI yang merongrong negeri dengan mengganti Pancasila dengan paham komunis.

Akses yang mudah menjadi salah satu alasan tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Selain itu, monumen ini memang selalu dirawat. Bahkan, ada kegiatan rutin untuk mengingat perjuangan para pahlawan pemberantas PKI.

Sejarah monumen trisula

Menurut sejarahnya, monumen ini dibangun untuk mengingat dan memperingati kejadian pemberantasan PKI oleh satuan jajaran Brigade infanteri lintas udara 18 atau Trisula.

Saat itu Blitar Selatan menjadi salah satu tempat persembunyian sisa-sisa PKI. Mereka menyasar Blitar Selatan, khususnya daerah Bakung, karena daerah ini masih dianggap terbelakang dan terisolir.

Lokasinya juga sangat terpencil sehingga sangat cocok buat bersembunyi. Sambil bersembunyi, mereka menyebarkan paham-paham komunis kepada masyarakat awam.

Maka dari itu untuk menanggulanginya, operasi pembantaian TKI dengan pimpinan Kolonel Inf Witarmin dilancarkan. Untuk mengenang itulah Monumen Trisula dibangun dan diresmikan pada 18 Desember 1972 oleh Letjen TNI Mochammad Jasin.

Bila sejarah singkat ini masih kurang bisa kamu pahami. Datang ke sana akan membuatmu lebih paham. Sebab di beberapa titik lokasi wisata, dituliskan sejarah ringkas mengenai terbangunnya monumen dan peristiwa pada masa itu.

Sejarah Monumen Trisula
Sejarah Monumen Trisula via instagram @tyaa_pusshy

Wisata di monumen trisula

Tempat wisata di Blitar ini sering dikunjungi oleh keluarga besar dari berbagai usia, termasuk anak-anak. Sambil melihat sisi sejarahnya untuk mempertebal nasionalisme, pengunjung juga bisa menikmati bangunan yang terawat dengan suasana yang masih asri dan bersih.

Isi trisula

Saat berada di sini, pengunjung bisa melihat bangunan yang mencerminkan gagah dan tangguhnya para pejuang dalam memberantas komunisme yang bertujuan menggulingkan dasar negara Pancasila.

Di samping itu, ada juga bangunan-bangunan yang dulunya dipakai sebagai pusat komando operasi. Terdapat juga peninggalan-peninggalan penting terkait dengan pemberantasan PKI kala itu.

Di sini, kamu bisa membaca nama-nama pejuang yang telah gugur dan warga sipil yang menjadi korban saat momen bersejarah itu terjadi.

Museum Monumen Trisula via instagram @khalishah_muttaqiyatulloh
Museum Monumen Trisula via instagram @khalishah_muttaqiyatulloh

Agenda rutin napak tilas

Meski kejadiannya sudah lama sekali, tapi untuk mengenang terjadinya peristiwa bersejarah itu diselenggarakan napak tilas secara rutin.

Caranya adalah dengan jalan kaki dari Lodoyo, Blitar menuju monumen. Biasanya napak tilas ini diselenggarakan di malam hari dan diikuti oleh para TNI. Tak jarang warga sekitar atau masyarakat umum juga ikut berpartisipasi.

Napak Tilas TNI waktu Malam Hari
Napak Tilas TNI waktu Malam Hari via wikipedia

Alamat dan rute menuju destinasi wisata monumen trisula

Tempat ini beralamatkan di jalan Trisula, Bakung Utara, Bakung, Blitar, Jawa Timur.

Rute menuju lokasi sangat mudah. Aksesnya juga bagus jadi bisa dilewati kendaraan dengan nyaman.

Kalau kamu dari arah Kota Blitar, silakan arahkan kendaraan ke selatan, menuju Pantai Tambakrejo. Bila sudah sampai di perempatan Gawang, silakan belok kanan dan ikuti terus jalan utamanya. Monumen ini ada di kiri jalan, jaraknya sekitar 8 kilometer dari perempatan Gawang.

Kalau kamu berangkat dari Kediri, ikuti jalan Kediri Blitar. Bila sudah masuk area kota, ikuti rute seperti yang tertulis di atas.

Agar tidak kebablasan, monumen ini letaknya dekat dengan puskesmas Bakung. Jadi, bila sudah melihat Puskesmas ini, silakan turunkan kecepatan.

Destinasi wisata ini bisa dikunjungi dengan menaiki kendaraan mobil, motor, bahkan bus.

Bisa Sewa Jeep Untuk Paket Wisata Keliling Blitar
Bisa Sewa Jeep Untuk Paket Wisata Keliling Blitar via instagram @nhtourandtrans

Harga tiket masuk monumen trisula dan jam bukanya

Untuk masuk ke monumen, tak ada biaya yang harus dibayarkan alias gratis. Kalau lapar, kamu bisa beli makanan di kios terdekat atau boleh juga membawa bekal sendiri.

Tapi selama kamu di sini, jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan agar monumennya selalu dalam kondisi bersih dan terawat.

Aerial View Kawasa Monumen via googlemaps @Dua Tujuh stationery & fotokopi
Aerial View Kawasa Monumen via googlemaps @Dua Tujuh stationery & fotokopi

Jam bukanya dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari. Berkunjung di pagi atau sore hari adalah waktu yang pas.

Jangan lupa siapkan kamera agar momenmu di monumen trisula bisa diabadikan secara maksimal. Pastikan bahwa kameramu mencatat historimu selama berada di sini.

Featured Image Monumen Trisula Blitar via googlemaps @Wikke Widyajunne

Peta Lokasi