Museum manusia purba klaster Dayu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang runut dan lengkap. Recommended buat edukasi anak.

Belajar sejarah itu tak selalu soal hafalan atau mengingat sesuatu. Biar makin paham dengan pelajaran satu ini, siswa perlu merasakan secara langsung. Salah satunya adalah dengan mengunjungi museum.

Bila sedang di Karanganyar, ajaklah anak untuk berkunjung ke salah satu tempat bersejarah yang mengisahkan tentang perubahan kondisi lingkungan, fauna, hingga budaya dari jutaan tahun silam.

Agar lebih jelas, selamat menyimak ulasan ini sampai selesai.

Sejarah museum manusia purba klaster Dayu

Sejarah tempat wisata edukasi ini dimulai sejak tahun 1977. Kala itu, dibangun sebuah museum di desa Dayu yang berfungsi untuk menampung hasil penelitian sekaligus basecamp buat para peneliti.

Pada tahun 1983, sebuah museum baru dibangun di desa Krikilan. Saat itu pula seluruh hasil penelitian yang ada di museum Dayu dipindahkan. Sementara museum lama dijadikan sebagai pendopo desa.

Setelah itu, karena masih sering ditemukan fosil di desa Dayu, maka keluarlah ide untuk membangun museum baru.

Dengan dana APBN, museum dibangun pada tahun 2013 dan diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2014 dengan nama Museum Manusia Purba Sangiran Kluster Dayu. Peresmian ini dilakukan oleh Wapres Boediono.

Gedung Utama Museum Manusia Purba Klaster Dayu via googlemaps
Gedung Utama Museum Manusia Purba Klaster Dayu via googlemaps

Wisata museum manusia purba Sangiran klaster Dayu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah

Ada banyak hal yang bisa dipelajari di sini. Mulai dari sejarah Fauna di Indonesia, perubahan kondisi lingkungan, dan yang lainnya. Selengkapnya diulas di bawah ini:

Penemuan artefak tertua di Indonesia

Pengunjung harus tahu bahwa tempat wisata di Karanganyar ini menjadi cikal bakal penemuan yang sangat besar berkaitan dengan sejarah. Hal ini karena di dekat lokasi, tepatnya di desa Pucung, ditemukan tengkorak Homo erectus. Penemuan ini terjadi tahun 1969. Selanjutnya, spesimen tengkorak ini menjadi masterpiece di situs Sangiran.

Selain itu, penemuan di desa Dayu konon juga lengkap. Menggambarkan perkembangan budaya dan kondisi tanah pada masa itu.

Bahkan penemuan hasil budaya manusia berusia 1,2 juta tahun silam juga ada di sini. Hal inilah yang menjadikan museum ini sebagai tempat penemuan artefak tertua di Indonesia.

Salah satu fosil di museum dengan info interaktif
Salah satu fosil di museum dengan info interaktif via googlemaps

Menyusuri lorong waktu di museum

Selama melihat-lihat peninggalan sejarah, para pengunjung seperti sedang diajak menyusuri lorong ruang dan waktu. Betapa tidak, kamu akan melihat setiap lapisan tanah dari yang termuda hingga tertua (usianya 1,2 juta tahun silam).

Pada masing-masing tanah itu disediakan anjungan sebagai informasi buat pengunjung agar makin jelas.

Berikut adalah beberapa informasi lapisan tanah yang ada di sini:

  1. Anjungan Notopuro (lapisan tanah termuda – paling atas).
  2. Formasi Kabuh (lapisan tanah yang lebih tua dari yang pertama, di sini ditemukan bekas sungai).
  3. Anjungan Grenzbank (perubahan rawa jadi daratan).
  4. Ruang Diorama Formasi Pucangan (lapisan rawa Sangiran).
  5. Ruang pamer bukti penemuan perkakas Homo erectus.
Cerita Kehidupan Manusia Purba
Cerita Kehidupan Manusia Purba via googlemaps

Tempat yang nyaman

Rata-rata pengunjung yang datang ke lokasi mengaku puas dengan apa saja yang disajikan. Hal ini karena museumnya sangat nyaman. Ada tempat duduk yang empuk dan anak-anak yang sedang belajar sejarah juga bisa fokus mengikuti setiap informasi yang ada.

Game layar sentuh

Agar makin menarik minat belajar anak, kini juga sudah ada permainan dengan sistem touch screen.

Taman yang indah

Tak hanya konsep ruang yang bagus dan nyaman, taman di lokasi juga tertata rapi sehingga membuat pengunjung betah.

Taman di luar Museum Manusia Purba Klaster Dayu via googlemaps
Taman di luar Museum Manusia Purba Klaster Dayu via googlemaps

Harga tiket masuk museum manusia purba kluster dayu, jam buka dan alamatnya

Untuk masuk ke lokasi, siapkan uang Rp 5.000,- per orang. Biaya parkir untuk motor Rp 2.000,-.

Jam bukanya adalah dari jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, Senin libur.

Alamatnya di Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Fasilitas di museum ini sudah memadai. Ada toilet, AC, gazebo, dan juga sudah dilengkapi CCTV. Jadi, jangan ragu untuk berkunjung.

Featured Image Museum Manusia Purba Klaster Dayu via googlemaps

Peta Lokasi