Tempat wisata di Mojokerto ini memang belum begitu terkenal. Suasananya asri. Pepohonannya rindang. Itulah kesan pertama yang akan Anda rasakan saat masuk ke tempat wisata pendopo agung Trowulan Mojokerto. Pun sebelum masuk ke area pendopo, Anda akan disambut sekumpulan rusa yang lucu nan menggemaskan di sebelah kanan gapura.

Situs purbakala ini memiliki banyak informasi sejarah. Dipercaya sebagai bekas pendopo utama kerajaan Majapahit atas dasar temuan umpak batu yang besar seperti fondasi tiang pendopo.

Situs Pendopo Agung Trowulan Mojokerto Jawa Timur

Gambar Pendopo Agung Trowulan
Foto via google maps @Dedi Setiadi

Lokasi Peninggalan Pendopo Agung Trowulan

Alamatnya berada di Desa Ngelinguk, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Lokasinya persis berada di pinggir jalan raya. Pintu gerbang utamanya berbentuk gapura batu merah.

Jika Anda berangkat dari kota Mojokerto, maka akan memakan waktu perjalanan 28 menit dengan jarak 14,6 km. Tapi jika posisi Anda sudah berada di kolam segaran, Anda cukup menuju ke arah selatan dengan jarak 1 km saja. Sekitar 2 menit naik motor atau 15 menit jalan kaki.

Jam buka dan Harga Tiket Masuk

Destinasi wisata sejarah di Mojokerto ini buka 7 x 24 jam dan tidak pernah libur. Setiap kali masuk, Anda akan dikenakan tarif sebesar Rp 3.000 per orang. Untuk parkir tersedia untuk sepeda motor dan mobil dengan tarif Rp 3ribu – Rp 5ribu.

Objek Wisata

Gambar Wisata Rusa di Pendopo Agung
Wisata Rusa via google maps @Eri Kusuma

Di kompleks ini memiliki beberapa titik sejarah. Jika Anda mulai menelusuri dari depan maka spot tersebut adalah:

  1. Pintu Gerbang pertama
  2. Tempat parkir
  3. Kandang Rusa
  4. Gerbang Kedua
  5. Prasasti dan Patung Gadjah Mada
  6. Patung Raja Brawijaya atau Raden Wijaya
  7. Pendopo Agung
  8. Relief Cerita Sejarah Kerajaan Majapahit
  9. Nama-nama Raja Majapahit
  10. Nama-nama Panglima Kodam Brawijaya
  11. Petilasan Panggung
  12. Pathok Gadjah / Batu Cancangan Gajah
  13. Kubur Panggung

Berdasarkan catatan sejarah, di sinilah tempat mukso Raja pertama Majapahit (Raden Wijaya) dan tempat Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan sumpah amukti palapa untuk menyatukan nusantara.

Gambar Patung Raden Wijaya
Patung Raden Wijaya via instagram @vieldaen_masvarel_alfasya

Karena itulah, ketika pertama kali masuk ke area utama, akan ditemui 2 buah patung figur utama kerajaan Majapahit. Pertama, patung Raden Wijaya yang lokasinya persis di depan pendopo dan lurus dengan gerbang. Kedua, patung Gajah Mada dan prasastinya yang lokasinya ada di sebelah kiri gerbang.

Gambar Patung Gajah Mada dan Prasasti Sumpah Palapa
Gadjah Mada via google maps @Kefas Hervin Devananda STh

Di dalam pendopo utama, selain sebagai tempat istirahat atau perkumpulan, Anda dapat menambah wawasan dengan membaca relief dan nama raja kerajaan Majapahit.

Nama Panglima Kodam 5 Brawijaya juga terpampang di sini sebagai perwujudan terima kasih atas jasanya membangun kawasan ini.

Gambar Relief Kerajaan Majapahit
Relief Majapahit via google maps @Ahmad Syafiudin

Terus ke belakang, Anda akan mendapati 3 area yaitu tempat petilasan Raden Wijaya mencapai mukso, Kubur Panggung (makam di pendopo agung), dan Pathok Gajah. Yang terakhir disebut, banyak juga yang menamainya sebagai paku bumi pengikat gajah.

Gambar Makam Panggung
Makam Panggung via google maps @Kefas Hervin Devananda STh

Fasilitas pendukung yang ada adalah :

  • Toko Suvenir
  • Warung Makan
  • Pusat Informasi
  • Toilet
  • Wartel

Pada masa kini, tempat ini berfungsi sebagai kawasan wisata dan tempat diadakannya acara tahunan Prosesi Grebeg Suro (setiap tanggal 1 Suro) dan Sarasehan Kodam 5 Brawijaya.

Lalu apa fungsi pendopo agung pada masa kerajaan Majapahit? Jika menilik sejarah, maka lokasi ini digunakan sebagai tempat bertapa para raja dan pembesar kerajaan untuk mendapatkan ilham ilahi. Seperti yang dilakukan Raja Raden Wijaya saat akan mendirikan kerajaan Majapahit dan Mahapatih Gadjah Mada ketika membuat sumpah palapa.

Misteri, Asal Usul, dan Sejarah Pendopo Agung Trowulan

Gambar Paku Bumi Pathok Gajah
Pathok Gajah via google maps @Agus Khempol

Ketika pertama kali ditemukan tahun 1958, bentuknya bukanlah pendopo. Melainkan hanya umpak batu besar yang berjumlah empat buah. Selanjutnya oleh para pakar sejarah disimpulkan bahwa tempat tersebut dulunya adalah pendopo utama kerajaan Majapahit.

Tahun 1964 sampai 1973, atas usulan Kolonel Sampurna didirikanlah sebuah bangunan pendopo oleh Kodam V Brawijaya melalui Yayasan Bina Trowulan. Bangunannya memiliki 4 buah soko guru mengikuti bekas penemuan umpak batu. Setelah selesai, jumlah umpak untuk menopang tiang pendopo adalah 16 buah. Sedangkan total umpak yang ada di keseluruhan kompleks adalah 26 buah.

Sampai saat ini, pendopo agung trowulan memang menyisakan banyak misteri. Banyak orang datang untuk berziarah dan mengadakan ritual. Sebagian percaya di sini terdapat makam pembesar Majapahit. Namun, sebagian lagi juga mempercayai bahwa di situ hanyalah sebuah petilasan tanpa makam.

Peta Lokasi