Gemercik air, ketenangan, dan kemistisan adalah kiasan yang tepat untuk Petirtaan Candi Jolotundo. Kawasan wisata ini dibuat oleh Raja Udayana sebagai rasa syukur atas kelahiran putranya. Selain pemandian dan candi, tempat wisata ini juga menawarkan pemandangan alam tengah hutan yang rupawan.

Kalau Anda kebetulan sedang menjelajah berbagai tempat wisata di Mojokerto, seperti air terjun surodadu, kami sangat menyarankan mampir ke candi jolotundo. Jaraknya dari air terjun itu hanya 16 km atau 35 menit.

Misteri dan Sejarah Petirtaan Candi Jolotundo

Gambar Petirtaan Candi Jolotundo
Via instagram @bennyliciouz

Kala itu, Putri Gunapriya Dharmapatni, istri Raja Udayana tengah melahirkan seorang putra tahun 991 M. Namanya Raja Airlangga. Saking gembiranya atas kelahiran tersebut, Raja Udayana membangun Candi Jolotundo.

Sejarah menyebutkan bahwa candi yang berlokasi di Trawas, Mojokerto ini dibangun pada 997 M. 6 tahun setelah kelahiran Raja Airlangga.

Ketika Raja Airlangga turun tahta karena kalah perang, Jolotundo yang memiliki candi dipilih sebagai salah satu tempat untuk meditasi/bertapa. Tujuannya untuk mencari ketenangan. Hal itu tercapai ketika dilakukan di area Grojokan Sewu, nama dari Petirtaan/pemandian di Candi Jolotundo.

Atas dasar itulah, banyak yang percaya bahwa mandi di sendang/kolam pemandian tersebut dapat memberikan ketenteraman jiwa. Mitos lain yang berkembang juga menyebutkan jika Anda mandi di sana, Anda akan menjadi awet muda.

Tempat ini masih menyimpan banyak misteri karena sering digunakan untuk acara spiritual. Ritualnya dilakukan dengan mandi kembang, membakar dupa, atau memberikan sesaji. Ada yang melakukannya secara individu, ada pula yang bersama-sama.

Akses ke Jolotundo

Gambar Gerbang Akses ke Jolotundo
via instagram @achmad_fathur_rochman

Petirtaan Candi Jolotundo beralamat di Biting, Seloliman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur.  Lokasinya di lereng Gunung Penanggungan sebelah barat. Jaraknya dari Kota Surabaya sekitar 73 km. Jika Anda berangkat lewat jalan Tol Surabaya-Gempol, Waktu tempuhnya sekitar 1 jam 51 menit.

Di sebelah barat kawasan ini terdapat PPLH Seloliman. Komplek wisata alam edukatif dan pendidikan lingkungan hidup. Sedangkan di sebelah timur, terdapat banyak candi seperti Candi Sinta, Candi Putra, Candi Bayi dan 14 lainnya.

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima. Akses jalannya penuh dengan tanjakan dan berliku.

Harga Tiket dan Parkir

Gambar Harga Tiket Masuk dan Karcis Parkir Candi Jolotundo
Via indoinspector

Karcis masuk kawasan candi Jolotundo dibagi menjadi dua:

  • Dewasa : Rp 10.000,-
  • Anak-anak 5-10 tahun : Rp 7.500,-

Balita tidak dikenakan tiket.

Tarif parkir kendaraan sepeda motor kena biaya Rp 2.000,- dan mobil Rp 5.000,-. Area parkirnya kecil. Cukup untuk 10 mobil.

Bila datang dengan Bus, Anda diharuskan parkir di bawah. Cukup jauh dan lumayan berkeringat kalau jalan kaki dari parkiran tersebut ke lokasi candi. Tapi ada juga jasa ojek sekitar 5-10 ribuan.

Jam Buka

Tempat wisata candi ini buka 24 jam 7 hari. Anda datang subuh, siang hari atau tengah malam masih bisa. Namun, jika Anda mencari ketenangan, datanglah waktu pagi atau malam hari. Waktu siang dan sore hari padat wisatawan.

Selain itu, hindari pada hari peringatan tertentu seperti malam satu suro atau weton kliwonan. Ada ritual khusus. Kecuali jika Anda ingin menyaksikan ritual tersebut.

Fasilitas

Ada dua kolam sendang/pemandian yang dipisah dinding batu. Bentuk sendang itu seperti bilik. Pemandian pria dan wanita terpisah di masing-masing bilik. Lelaki di sebelah kanan, perempuan di sebelah kiri.

Ada juga kolam yang berisi ikan koi yang besar-besar. Mereka jinak.

Selain itu, terdapat musholla, tempat bilas dan gazebo untuk istirahat atau yang mau tirakat dan begadang.

Tata Cara Mandi di Jolotundo

Gambar Tata Cara Mandi di Jolotundo
Via instagram @kusuma_wulandhari

Secara umum, Anda diwajibkan bersikap sopan dan santun di area ini. Tidak memiliki niatan buruk seperti mencuri ikan koi.

Ketika Anda berencana ikut tapa di sana pada hari tertentu seperti malam bulan purnama dan malam kliwonan, Anda wajib memulainya dengan siram jamas atau mandi besar. Dilanjutkan dengan mandi di grojokan sewu. Lalu melakukan siram air kembang. Baru Anda boleh bersemedi di paseban.

Nah, silakan Anda ke sana. Mencoba segarnya dan jernihnya petirtaan candi jolotundo. Boleh juga hanya sekedar melihat situs sejarah seperti prasasti kerajaan.

Detail

Alamat

Biting, Seloliman, Kec. Trawas, Mojokerto, Jawa Timur 61375

Jam buka

Buka 24 jam

Harga Tiket

Dewasa : Rp 10.000, Anak-anak 5-10 tahun : Rp 7.500