Sudah ada sejak masa Belanda, Waduk Lalung menyimpan banyak cerita dan kini jadi tempat wisata. Kamu juga bisa datang ke sini bersama pasangan atau keluarga.

Kalau mau ke sini, kamu harus tahu aturannya. Agar selama berlibur bisa tetap aman dan selamat pulang kembali ke rumah.

So, silakan simak ulasan ini sampai selesai.

Cerita mistis di karanganyar tentang waduk lalung

Legenda yang ada di sini sangat kental, yakni tentang seorang wanita bernama Sri. Dikisahkan seorang pemuda bernama Suprapto berpacaran dengan gadis bernama Sri Wahyuningsih pada tahun 2012. Suprapto adalah warga Jaten, Karanganyar.

Mereka berdua pacaran di pasar malam yang digelar dekat dengan bendungan tersebut.

Tak ada hal aneh yang terjadi selama mereka pacaran. Mereka menjalani pacaran layaknya pasangan biasa.

Namun, hal aneh terjadi manakala Suprapto hendak melamar sang kekasih. Tak disangka, alamat yang diberi oleh Sri ternyata bukan rumah. Melainkan sebuah sendang / sumur tua yang dilingkupi oleh sebuah pohon.

Warga sekitar pun menyebut sumur dengan sebutan Sumur Bandung yang diyakini sebagai petilasan Nyai Dewi Sri.

Menurut legendanya, Nyai Dewi Sri merupakan istri dari Kyai Sekar Gadung yang sudah hidup 900 tahun lalu. Masyarakat sekitar juga percaya bahwa saat ini Nyai Dewi Sri merupakan penunggu pohon keramat dan Sumur Bandung.

Cerita mistis lain yang berkembang di masyarakat adalah tentang pohon yang ada di Waduk Lalung. Di mana menurut cerita, pohon ini dipercaya sebagai rumah dari Mbah Gento, jin penunggu waduk. Pohon ini juga dipercaya sebagai pintu gaib antara waduk ke alam lain.

Itulah legendanya, kamu boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, selama di lokasi wisata ada baiknya tetap menjaga sikap dan tidak berbuat yang buruk, tetap sopan, menghargai masyarakat sekitar, dan berhati-hati.

Sejarah waduk lalung

Bendungan ini sudah dibangun sejak masa Belanda, tepatnya pada tahun 1940 sampai 1942. Bendungan ini dibangun di atas lahan berukuran 7.394 ha dan daya tampungnya adalah 5 juta meter kubik.

Pada awal pembuatannya, bendungan ini dipakai sebagai tempat irigasi oleh Belanda. Meski begitu, seluruh pengerjaan waduk dilakukan oleh masyarakat pribumi.

Sayangnya, pengerjaan waduk tak sampai selesai karena Jepang keburu datang.

Kini, bendungan ini sudah terus dibangun dan dikembangkan untuk memberikan manfaat berupa irigasi dan sebagai tempat wisata di Karanganyar.

Gowes ke Waduk Lalung
Gowes ke Waduk Lalung via instagram @rimba_gsx250

Daya tarik wisata Waduk Lalung

Karena pembangunan sudah dilakukan, maka bendungan ini sudah ada tanggulnya dan sudah bisa dilewati oleh motor.

Sekarang, keberadaan bendungan ini makin menguntungkan warga sekitar karena dijadikan sebagai destinasi wisata.

Daya tariknya apa saja? Silakan simak ulasan berikut:

View matahari tenggelam dan terbit

Sunrise dan sunset yang ada di sini sangat indah, kamu bisa menikmatinya di pinggir waduk sambil menyeruput teh hangat. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan momennya.

Berlatih Silat di Waduk Lalung
Berlatih Silat di Waduk Lalung via instagram @raihannandaaa1986

Suasana yang tenang untuk relaksasi

Bila ingin menenangkan diri, bendungan Lalung juga menjadi area yang dapat direkomendasikan. Tenangnya air, sejuknya udara, dan tumbuhan hijau di sekeliling menjadi perpaduan yang pas untuk membuat pikiran dan hati lebih rileks.

Memancing

Bila hobi memancing, kamu juga bisa ke sini untuk memancing ikan. Tapi tetap hati-hati ya?

Menang Banyak Ikannya dari Waduk Lalung
Menang Banyak Ikannya dari Waduk Lalung via instagram @deny_in26

Fasilitas

Meski tergolong baru, fasilitasnya sudah lumayan memadai kok. Di dekat lokasi ada penginapan, MCK (toilet), mushola, dan yang lainnya.

Harga tiket masuk waduk lalung dan alamatnya

Untuk masuk ke sini masih belum ditarik biaya. Alamatnya di Tegalsari, Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Terakhir, Waduk Lalung harus terus dikembangkan bila ingin dijadikan sebagai obyek wisata favorit. Kerja sama pemerintah dan warga diperlukan untuk menjaga dan merawat area ini.

Featured Image Tempat Wisata Waduk Lalung via googlemaps @Derajat Ratwianto